Senin, 11 April 2016

Hasil Foto Dari Kamera Dual Lensa Leica Milik Huawei P9 vs iPhone 6s

Setelah meluncurkan duo smartphone P9 dan P9 Plus, produsen smartphone nomor satu di Tiongkok, Huawei memamerkan hasil jepretan dari handset flagship terbarunya tersebut. Menariknya, Huawei mengusung modul kamera dari Leica karena Huawei ingin mencoba terjun ke bisnis fotografi mobile yang lebih baik.
Huawei-P9
(Kredit: Gizmochina)
Huawei P9 dan P9 Plus keduanya mengusung kamera dual lensa beresolusi 12 megapiksel, yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Ukuran piksel ponsel ini 1,25 mikrometer (um) yang artinya lebih besar ketimbang smartphone lain, bahkan iPhone 6s pun hanya memiliki sensor 1,22 um.
Selain itu, Huawei juga mengklaim jika kamera P9 dapat mengambil gambar dalam keadaan cahaya rendah hingga 270% lebih terang ketimbang kamera iPhone 6s dan 90% lebih terang dari Galaxy S7 yang menggunakan kamera aperture f/1.7.
Berdasar hal tersebut, banyak kalangan yang penasaran bagaimana hasil dari kamera Leica pada Huawei P9 dan P9 Plus. Dan berikut beberapa sampel hasil foto Huawei P9 dan P9 Plus yang dibandingkan dengan kamera iPhone 6s.
(Kredit: Gizmochina)
(Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 B&W (Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 B&W (Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 (Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 (Kredit: Gizmochina)

huawei-p9-camera-sample-04
Hasil kamera Huawei P9 (Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 (Kredit: Gizmochina)
Hasil kamera Huawei P9 (Kredit: Gizmochina)

sumber : blogger.com

Disebut Sistem Operasi Zombie, Pengguna Windows XP Masih Lebih Banyak Dibandingkan Mac OS X

Dua tahun lalu, Microsoft telah secara resmi menghentikan update untuk Windows XP. Dengan kondisi seperti itu, para pengguna Windows XP pun harus berjuang sendiri untuk mengamankan komputer miliknya. Tidak heran kalau perusahaan penyedia antivirus online ESET menyebut Windows XP sebagai sistem operasi Zombie.
sumber gambar: Digital Trends
sumber gambar: Digital Trends
Namun jangan salah. Meskipun memperoleh sebutan sebagai sistem operasi Zombie, tingkat penggunaan Windows XP masih cukup tinggi. Para pengguna Windows XP tersebut kebanyakan berada di wilayah negara-negara berkembang. Alasan keuangan pun menjadi alasan kenapa mereka enggan untuk memilih upgrade ke sistem operasi Windows yang lebih tinggi.
Selain itu, data dari Netmarketshare menunjukkan kalau tingkat penggunaan Windows XP ternyata masih lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah akumulasi semua versi Mac OS X. Perlu diketahui, tingkat penggunaan Windows XP secara global saat ini mencapai angka 10,9 persen. Angka tersebut pun membuat Windows XP menjadi sistem operasi terpopuler ketiga di dunia setelah Windows 7 dan Windows 10.
Sementara itu untuk tingkat penggunaan sistem operasi Mac OS X buatan Apple, yang paling tinggi adalah versi Mac OS X 10.11 yang mempunyai jumlah pengguna mencapai angka 4,05 persen. Sistem operasi ini pun menjadi OS terpopuler kelima, dua strip di bawah Windows XP. Dan secara total, jumlah akumulasi pengguna Mac OS X dari berbagai versi ‘hanya’ mencapai angka 7,78 persen. Masih cukup jauh dibandingkan angka pengguna Windows XP.
Microsoft sendiri telah berupaya untuk mengingatkan para pengguna Windows terdahulu untuk melakukan migrasi ke Windows 10 yang merupakan produk terbaru milik Microsoft. Menengok upaya tersebut, nampaknya angka keberhasilan Windows 10 masih cukup jauh. Mengingat selisih pengguna Windows 7 dengan Windows 10 masih sangat jauh, yakni berselisih mencapai 37 persen.
sumber : beritateknologi.com

Gagal Di Segmen High-end, BlackBerry Bakal Fokus Bikin Handset Mid-range

Dalam sebuah wawancara bersama The National, CEO BlackBerry John Chen mengatakan bahwa handset Android pertama miliknya memang dilepas dengan harga yang terlampau tinggi. BlackBerry harus merubah segmen pasarnya mengingat Priv dengan harga $700 tidak begitu diminati pasar. BlackBerry Priv sendiri selama ini ditujukan untuk kalangan enterprise, atau kepada gaya hidup bisnis yang lebih tinggi. 

Chen juga mengatakan kepada The National bahwa BlackBerry berencana untuk merilis dua perangkat mid-range tahun ini. Satu akan menampilkan keyboard fisik seperti BlackBerry Priv, sementara yang lain akan menjadi ponsel all-touchscreen. Spekulasi yang muncul, dari kedua handset itu, perangkat yang hanya membawa all-touchscreen akan menjadi handset yang lebih rendah dari keduanya.
CEO BlackBerry, John Chen)
CEO BlackBerry, John Chen)
BlackBerry juga mengumumkan bahwa Priv telah dijual sebanyak 600.000 unit pada kuartal pertama tahun 2016. Angka tersebut masih jauh di bawah perkiraan analis yang memperkirakan di angka 850.000. Jika BlackBerry ingin menguasai permainan pasar, mereka perlu melihat seberapa sukses itu di tahun 2000-an dan mencoba untuk menerapkan ide-ide dan strategi yang sama dan memodernisasi mereka untuk bisa bersaing dengan pemain besar lainnya di lapangan.
BlackBerry lupa bahwa beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2007-2009 keberhasilan BlackBerry karena berkat handset mid-range BlackBerry Curve. Curve merupakan handset BlackBerry yang dapat mencakup semua jenis kalangan sehingga semua orang bisa menggunakannya dan itu menjadi sangat populer di Amerika Serikat. Bahkan masih tetap populer untuk saat ini di beberapa daerah di dunia, di mana smartphone masih menjadi hal yang baru.
BlackBerry Pearl, Curve, dan Bold
BlackBerry Pearl, Curve, dan Bold
Bahkan di tahun 2007-2009, BlackBerry memiliki model yang berbeda dan berhubungan dengan orang yang berbeda. Misalnya, BlackBerry Pearl merupakan perangkat berorientasi multimedia yang mampu memainkan video, musik, dan keyboard kompak yang memiliki dua huruf pada satu tombol namun tetap menawarkan teks prediktif.
Selanjutnya adalah Blackberry Curve yang memiliki keyboard QWERTY penuh dan menawarkan pengalaman BlackBerry yang lebih tradisional sementara pemasaran langsung ke konsumen, bukan untuk pelanggan enterprise. Ponsel ini sangat populer terutama 8300 yang diluncurkan Research In Motion (RIM, sebelum mengubah nama perusahaan untuk ‘BlackBerry’) menjadi sukses besar pada waktu itu.
Sementara BlackBerry Bold merupakan seri tertinggi perangkat BlackBerry. Ini menawarkan keyboard yang jauh lebih nyaman, yang sama ditemukan di BlackBerry Priv. Entah bagaimana keyboard ini lebih baik untuk mengetik daripada BlackBerry Curve. Model Bold kemudian memiliki fitur touchscreen yang menggabungkan layar sentuh dan keyboard fisik.
Kembali kepada masalah yang dihadapi BlackBerry, sebenarnya perusahaan masih memiliki peluang yang besar dengan fokus pada pasar mid-range, bukan ikut bersaing dengan handset high-end lainnya. Selain itu, kalangan high-end juga akan lebih memiliki smartphone flagship Apple iPhone dan Galaxy S series terbaru ketimbang BlackBerry Priv yang dari segi spesifikasi masih kalah.

sumber : beritateknologi.com

"Hacker" Tak Selalu Jahat, Contohnya Pemuda 13 Tahun Asal Pakistan Ini

KOMPAS.com -  Ahsan Tahir bukan remaja sembarangan. Di umur yang baru genap 13 tahun, ABG asal Karachi, Pakistan ini sudah menemukan anek...